Demo Blog

Cerita Tanpa Ujung

by Predator >>>









apa kamu tahu aku tuh udah selalu berusaha nyenengin kamu”.suara itu terdengar keras padaku

“aku udah berusaha buat ngertiin kamu tapi apa yang kamu berikan?”

“aku udah kasih kamu semuanya,aku udah”suara itu tiba-tiba tercekat.

“Ya udahlah mungkin memang udah saatnya kita akhiri sampai disini”lanjutnya.

    Aku cuma bisa diam mendengar kata-kata itu,sudah ketiga kali nya aku mendengarnya diucapkan untuku,sudah ketiga kalinya aku gagal untuk menggantikan seseorang dalam hatiku

   aku gak tau apa yang harus aku lakukan lagi hatiku terasa kosong tanpa isi tak bisa berbuat apa-apa.kini aku tak peduli apa yang dikatakan oleh suara itu kulangkahkan kakiku pergi dari tempat itu tak tau akan kemana.pelan-pelan langkahku menyusuri kota kecil inidan aku biarkan kakiku ynag lelah ini pergi entah kemana,dan sejauh mungkin untuk meninggalkan apa yang aku rasakan tentang semua sakit yang aku rasa

    ketika aku sampai ditaman sudut kota kecil ini aku terhenti aku tertegun sejenak mengingat apa yang pernah aku alami disini,lalu kulihat sepasang kekasih sedang bercengkrama bahagia hatiku iri melihat mereka tapi apa dayaku aku cuma seorang yang tak punya rasa kasih lebih tepatnya kehilangan rasa kasih.tiba-tiba hatiku terasa perih melihat mereka terasa teriris sembilu menggores hati,kerinduan yang sudah lama terpandam tiba2 menyeruak menyesaki dadaku,akupun terduduk dikursi ini kursi taman yang sepi tertelan malam dan hanya sendiri.ya…cuma sendiri ingatanku bangkit menambah sesak dadaku oleh kerinduan padanya.

“………,seandainya kamu ada disini”gumamku tanpa sadar,tapi tiba-tiba bendungan didada ini tak tertahan lagi aku tak kuat menahanya terus nafasku ersengal dan air mataku pun membuncah juga.

    Yah….,aku menangis ini adalah yang pertama kali setelah terakhir aku menangis,menangis untuknya,untuk seseorang yang sangat berharga bagiku dan telah lama pergi dariku untuk selama-lamanya.

    Rasa itu terus keluar seperti aliran mata air yang tiada hentinya,aku terus sesenggukan tak peduli,tak peduli lagi walaupun ada orang yang melihatku.tak peduli lagi pada terangnya sang bulan yang menetap sinis padaku,tak peduli suara burung malam yang seakan mengejeku.

    Malam semakin larut aku masih termenung diatas bangku ini yang selalu jadi saksi bisu atas kesendirianku dan kerinduanku,aku tahu tak ada gunanya seperti ini tapi aku udah lelah merasakan semuanya.

    Malam semakin merayap bulan semakin terang seakan ingin menertawaiku yang terdian disini,menertawakanku yang sendiri disini,hanya bisa berharap dan terus berharap dan terus berjalan mengukir cerita tanpa ujung.
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

0 komentar

Posting Komentar

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Share

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Subscribe by Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner